Ekonomi Dunia Ambruk, Risk ON

Traders Family Artikel Leave a Comment

Share this Post

Ekonomi global dalam jurang krisis.

Dengan kondisi market saat ini, tidak ada yang dapat menyangkal bahwa resiko trading menjadi sangat tinggi. Para investor panik bahwa kejatuhan ini akan mempunyai efek domino berkelanjutan. Market hanya butuh satu moment untuk menghancurkan apa yang sudah Anda bangun selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

China yang menjadi “benteng terakhir” ketika krisis ekonomi menjatuhkan Amerika dan Eropa tahun 2008 akhirnya turut ambruk. Sebagai negara manufaktur terbesar, China dianggap bisa mengontrol perdagangan dan menjadi roda penggerak perekonomian dunia.

Ketika pemerintah China memutuskan mendevaluasi Yuan pada 11 Oktober lalu, Investor seperti terhentak. Devaluasi Yuan dianggap sebagai jalan terakhir yang harus diambil oleh China demi menyelamatkan permasalahan ekonomi. Ekonomi China memang tengah mengalami perlambatan sejak bubble di China meletus.

Akibat devaluasi tersebut, sontak nilai ekuitas di seluruh dunia mengalami kejatuhan yang keras. Forex market bergerak sangat-sangat liar, menambah resiko investasi menjadi sangat tinggi.

Para investor membalik persepsi mereka dari mengejar equity menjadi mempertahankan asset yang mereka punyai. Mereka khawatir jika market akan jatuh lebih lanjut dalam skala yang lebih besar.

bloomberg

Harga Gold dan Silver sontak naik signifikan menandai bahwa Gold masih menjadi “ultimate money” di mata para investor.

Devaluasi yang dilakukan pemerintah China untuk yuan/ dollar rate kebetulan bertepatan dengan pelemahan mata uang yang sedang terjadi di emerging market, termasuk perekonomian Indonesia.

Mata uang Khazakstan kehilangan 23% dalam satu hari karena harga minyak turun lebih rendah, dan lira Turki juga telah jatuh tajam pada kekacauan politik. Emerging market lain yang juga melemah mata uangnya adalah Brasil, Korea Selatan, Thailand dan Afrika Selatan.

Masih ingat krisis ekonomi yang menimpa kita dan seluruh Asia pada 1996-1998 lalu? Kilas balik itu seakan terbayang di depan mata investor saat ini.

Keinginan Federal Reserve AS dan Bank of England menaikkan suku bunga tahun ini tampaknya tidak akan bisa terlaksana, terutama sejak kejatuhan S&P 500 dan FTSE yang mencerminkan kepanikan investor.

Kecuali pasar saham di dunia kembali stabil dengan sendirinya, besar kemungkinan Fed akan kembali melanjutkan program stimulus untuk menyokong pertumbuhan market.

How is your RISK?

Dengan kondisi market saat ini, tidak ada yang dapat menyangkal bahwa resiko trading menjadi sangat tinggi. Para investor panik bahwa kejatuhan ini akan mempunyai efek domino berkelanjutan bagi perekonomian.

Inilah kenapa dalam trading kami selalu berpegang kepada sebuah aturan penting,

“Jangan pernah trading dengan menggunakan lebih dari 5% modal kita punyai”

Portfolio trading kami tetap kuat, meski dihantam cukup keras.

Saat ini, mata kita seakan terbuka betapa penting dan powerful-nya risk management yang harus kita punya.

Kita tak akan pernah tahu kapan sebuah bencana terjadi . Market hanya butuh satu moment untuk menghancurkan apa yang sudah Anda bangun selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

We wish you safe trading… or you can just copy…